Tunda Tarif Kenaikan Tiket Wisata Bromo

Tunda Tarif Kenaikan Tiket Wisata Bromo

Penundaaan tarif kenaikan tiket wisata bromo merupakan kebanggan bagi para agen perjalanan, jasa travel, dan jasa lainnya di bromo, karena Obyek Wisata Bromo merupakan salah satu wisata alam yang sangat di banggakan dengan kepadatan pengunjung dan sudah menjelajahi hampir ke penjuru dunia.

Tunda Tarif Kenaikan Tiket Wisata Bromo

Tunda Tarif Kenaikan Tiket Wisata Bromo

[SURABAYA] Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengirim surat ke Pemerintah Pusat guna meminta penundaan kenaikan tarif masuk berkunjung ke lokasi wisata alam di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Permohonan penundaan itu, merupakan hasil evaluasi dari tim gabungan Dinas Pariwisata Pemprov Jatim beserta lembaga birojasa perjalanan wisata, hotel dan restoran di Jatim. Mereka keberatan atas kenaikan tarif yang drastis lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2014 yang akan diberlakukan mulai 1 Mei mendatang.

“Saya selaku Gubernur Jatim, sudah meminta penundaan kenaikan tarif masuk TNBTS, karena kenaikan tarif yang tinggi itu tidak bisa diberlakukan secara mendadak, dan bisa menimbulkan gejolak,” ujar Soekarwo menjawab pertanyaan wartawan, Senin (24/3).

Sebagaimana tertuang dalam PP Nomor 12 Tahun 2014 tentang Tarif Wisata Alam. Peraturan pemerintah, hasil revisi dari PP Nomor 59 Tahun 1998 yang akan diberlakukan mulai 1 Mei 2014 mendatang, harga tiket masuk untuk hari biasa nonliburan bagi wisatawan lokal dari Rp 10.000 naik menjadi Rp 37.500.

Sedangkan bagi wisatawan mancanegara dari Rp 72.500 menjadi Rp 267.500 per orang. Harga tiket masuk wisatawan lokal pada hari libur nasional naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 67.500.

Sedangkan, wisatawan mancanegara naik dari Rp 72.500 menjadi Rp 640.000 per orang.

Atas kebijakan baru tersebut, seluruh pengelola biro jasa, perhotelan dan restoran yang memprotes dan menolak kenaikan tarif yang tidak rasional tersebut.

Tunda Tarif Kenaikan Tiket Wisata Bromo

Sejumlah pihak seperti penyedia jasa pariwisata juga sempat menolak kenaikan tarif tersebut karena dianggap sangat memberatkan.

Menurut Pakde Karwo, panggilan akrab Soekarwo, surat permohonan penundaan yang ia layangkan ke pemerintah pusat melalui Dinas Pariwisata Pemprov Jatim itu diharapkan segera ada kebijakan baru yang dinilai pas oleh semua pihak. “Keputusan sepenuhnya ada di tangan pemerintah pusat,” ujar Pakde Karwo ketika ditanyakan tarif ideal yang kemungkinan bisa diterima semua pihak tersebut.

Ia lalu mengambil contoh kenaikan drastis tarif reklame beberapa tahun lalu oleh Pemkot Surabaya, ternyata justru menimbulkan masalah berkepanjangan yang tidak menguntungkan.

Sebab itu, pihaknya sebagai pemerintah daerah meminta agar pemerintah pusat mengkaji kembali kenaikan tarif taman nasional tersebut.

“Saya yakin pemerintah pusat bisa merubah kebijakan Peraturan Pemerintah (PP) yang dipakai menjadi landasan penetapan naiknya tarif wisata itu,” tandasnya.

Sementara itu sebelumnya, tim gabungan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Association Of The Indonesian Toure and Travel Agencies (ASITA) dan Asosiasi Profesional Pariwisata Indonesia (ASPPI) sebagai pelaku wisata Gunung Bromo merencanakan secepatnya mengirim surat ke Kementerian Kehutanan (Kemenhut), menolak tegas rencana kenaikan tarif tiket masuk objek wisata Gunung Bromo yang dinilai bombastis.

“Peningkatan tarif yang bombastis, terlalu mahal ini akan menurunkan animo wisatawan utamanya dari manca negara secara signifikan. Dapat kita pastikan pendapatan dari sektor pariwisata bakal terjun bebas,” ujar Ketua PHRI Probolinggo, Digdoyo Djamaluddin kepada wartawan, belum lama ini.

Sekarang ini, katanya lagi, surat sudah kami rumuskan bersama teman-teman yang lain, dan secepatnya akan selesai untuk dikirim kepemerintah pusat, tambahnya.

Lebih lanjut diungkapkan, bahwa dia sendiri belum mengetahui pasti, apakah revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 59/tahun 1998 tentang tarif Jasa Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB), itu sudah final atau masih bisa diubah. Sebab, segala bentuk regulasi harus dilakukan uji publik terlebih dahulu dan tidak serta-merta dinaikkan sampai empat lima kali dari tarif semula.

“Ini yang belum kita ketahui, kalau rencana kenaikannya itu memang diberlakukan 1 Mei 2014,” tambahnya.

Sementara itu menurut pengelola tempat wisata Taman Nasional Tengger Bromo Semeru (TNTBS), masalah kenaikan tarif kunjungan wisata ke G Bromo akan ada sosialisasi. Sebab, informasi yang didapat PHRI, ASITA, HPI dan ASPPI, revisi PP tersebut sudah final dan menunggu pengesahan dari presiden.

Penundaaan tarif kenaikan tiket wisata bromo

Lihat juga artikel lain mengenai paket wisata :

Paket Wisata Bromo Midnight Tour 12 Jam

Paket Wisata Bromo Malang Kota Batu 3 hari 2 malam

Paket Wisata Bromo Kawah Ijen Tour 3 hari 2 malam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s